TEKANAN HIDROSTATIS PADA EKSTRAK BATANG TEMBAKAU
TEKANAN HIDROSTATIS PADA EKSTRAK BATANG
TEMBAKAU
Oleh: Siti Ernawati, Guru IPA MTs Nurul Huda Pagedongan
ABSTRAK
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan residu pada ekstrak
batang tembakau yang direndam dengan air murni dan yang diberi tambahan alkohol
(2)perbedaan masa jenis zat pada ekstrak batang tembakau yang direndam dengan
air murni dan yang diberi tambahan alkohol (3) perbedaan tekanan hidrostatis
pada ekstrak batang tembakau yang direndam dengan air murni dan yang diberi
tambahan alkohol.
Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen berulang. Dari
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ekstrak batang tembakau dengan
tambahan alkohol memiliki residu yang lebih tinggi (2) terdapat masa jenis zat
yang berbeda ekstrak batang tembakau
yang tidak diberi bahan tambahan alkohol dengan yang diberi tambahan alkohol
(3) ekstrak batang tembakau tanpa alkohol memiliki tekanan hidrostatis yang
lebih besar dibandingkan dengan yang diberi tambahan alkohol. terdapat tekanan
hidrostatis yang meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman diukur dari
air.
Kata kunci : massa jenis, residu,
tekanan hidrostatis.
PENDAHULUAN
Besar suatu tekanan pada
benda dapat didefinisikan sebagai gaya tiap satuan dalam luasan. Apabila gaya
sebesar F yang bekerja secara vertikal dan merata pada suatu permukaan bidang
dengan luasan A, tekanan yang ada permukaan tersebut dapat dirumuskan sebagai
berikut;
P=F/A
Dimana;
P = tekanan (N/m²)=Pa
F = gaya (N)
A = luas penampang (m²)
Tekanan
hidrostatis yaitu tekanan yang terjadi akibat adanya gaya yang bekerja pada
suatu zat cair terhadap luas tekan dan suatu luasan tertentu. Besarnya tekanan
hidrostatis ini tergantung dengan massa jenis suatu zat, percepatan gravitasi
dan kedalaman air dalam suatu wadah. Tekanan ini hanya berlaku pada suatu zat
cair saja yang tidak bergerak. Dalam suatu kasus yaitu adanya sebuah bendungan
yang yang menampung begitu banyak air dan semakin menuju titik kedalaman maka
semakin besar tekanan fluida didalamnya.
Pada
tekanan hidrostatis masih ada kaitannya dengan fluida, sehingga dapat
dimisalkan bahwa fluida itu terdapat berlapis-lapis ruang. Lapisan yang diatas
akan membebani pada lapisan yang dibawahnyam sehingga pada lapisan yang paling
atas berasal dari tekanan udara atau Po, sedangkan lapisan dibawahnya mendapatkan tekanan
dari udara luar dan berat dari lapisan atasnya. Lapisan-lapisan fluida tersebut
diam di dalam fluida dan mendapatkan tekanan fluida baik dari lapisan yang atas
maupun lapisan yang dibawahnya. Karena permukaan wadahnya silinder seperti
halnya gelas ukur, fluida diam maka resultan gaya yang terjadi sama dengan nol.
Dan gaya totalnya juga harus nol. Sehingga tekanan yang berasal dari atas maka
dapat diambil suatu persamaan ;
Fo=PoA
Tekanan
yang disebabkan oleh suatu gaya berat dengan sebesar F = mg, sedangkan tekanan
yang dari bawah itu berasal dari fluida yang barada dibawah silinder fluida
yaitu F=PA. Untuk luas penampang yang berbentuk silinder sehingga luasannya
sama antara luasan yang atas dengan luasan yang bawah. sehingga dapat
dituliskan suatu persamaan ;
F=Fo +mg
Jika
pada fluida memiliki kerapatan yang sebesar r maka massa fluida yang beluasan
silinder yaitu m = rh=rAh. Maka dapat diambil suatu persamaan yaitu;
F=Fo=rgAh
Gambar 1.https://www.google.com/gambar tekanan hidrostatis
Persamaan
diatas menyatakan tekanan hidrostatik tersebut yang disebabkan oleh zat cair
itu sendiri, yang dimana didalam zat cair yang diam tersebut tidak terjadi
tegangan geser dan tekanan pada suatu titik didalam zat cair tersebut adalah
sama besar kesegala arah. Dengan demikian, tekanan berbanding lurus dengan
massa jenis zat cair, dan dengan kedalaman didalam zat cair. Besarnya tekanan
hidrostatis tidak dipengaruhi oleh bentuk wadah zat cair. Berikut ini adalah
sifat-sifat dari tekanan hidrostatis, adalah sebagai berikut :
1.
Semakin dalam letak suatu titik dari permukaan zat cair, tekanannya
semakin besar
2.
Pada kedalaman yang sama, tekanannya juga sama
3.
Tekanan zat cair kesegala arah adalah sama besar
Tekanan
yang didasar permukaan berbentuk silinder harus lebih besar dari tekanan yang
dari atasnya, sehingga dapat menopang berat silinder tersebut. Tekanan yang
berkedalaman tertentu yang dapat dimisalkan dengan h lebih besar dari tekanan
yang diatasnya dengan selisih rgh, hal ini berlaku untuk fluida dalam bejana
apapun. Pada tekanan hidrostatis tidak bergantung pada bentuk wadahnya atau
bejananya, akan tetapi hanya bergantung pada suatu kedalaman fluidanya.
Massa
Jenis
Massa
jenis merupakan pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi
massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa
jenis rata-rata setiap benda ialah total massa dibagi dengan total volumenya.
Kerapatan
suatu zat disebut massa jenis, yang dilambangkan dengan ρ (rho), yakni hasil
bagi massa zat oleh volumenya. Hal ini sesuai dengan sifat utama dari suatu
zat, yakni massa dan volume.
Massa jenis
suatu benda bisa berbeda, meskipun bahan penyusunnya mempunyai ukuran sama. Hal
ini karena massa jenis bergantung pada besar massa dan volumenya.
Secara matematis, massa jenis
suatu zat bisa ditentukan melalui persamaan berikut ini.
P= m/v
Keterangan:
ρ = massa jenis (kg m-3)
m = massa zat (kg)
V = volume zat (m3)
METODE
Pada
penelitian ini kami menggunakan metode eksperime. Penelitian ini dilakukan di
Laboratorium pendidikan fisika universitas sains al-qur’an wonosobo jawa
tengah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan april 2019 sampai bulan juni
2019.
Sebelum
melaksanakan penelitian perlu disusun
Rancangan penelitian terlebih dahulu agar penenlitian berjalan sesuai
konsep yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah
ada perbedaan residu dan tekanan hidrostatis pada ekstrak batang tembakau yang
dibedakan menjadi dua macam yaitu batang tembakau yang direndam dengan air
murni, dan batang tembakau yang direndang dengan air murni dengan diberi
tambahan alkohol.
Pada
penelitian ini menggunakan batang tembakau yang sudah agak keras. Sebelum
melakukan penelitian tentang tekanan hidrostatis, terlebih dahulu membuat
ektrak batan tembakau dengan langkah sebagai berikut:


Untuk mengetahui apakah ada residu selama proses
pengektrak kan batang tembakau. Kita dapat mengetahui melalui persamaan sebagai
berikut:
Vresidu = V1 – V2
Keterangan
Vresidu = residu air pada
ektrak
batang tembakau
V1 = volume awal zat cair
V2 = volume akhir zat cair
Untuk mengetahui besarnya masa jenis pada
masing-masing ekstrak terlebih dahulu kita menghitung berat zat cair pada
masing masing ekstrak. Setelah mengetahui
massa zat cair tersebut kita dapat menggunakan
persamaan berikut untuk mengetahui massa
jenis zat cair:
ρ = m / V2
Keterangan
ρ = massa jenis benda
m = massa zat cair
V2 = volume akhir zat cair
Untuk mengetahui besar tekanan hidrostatis pada
kedua ekstrak tersebut kita dapat melakukan percobaan dengan cara memasukan benda yang memiliki massa yang
sama kedalam ekstrak batang tembakau 1 dan 2 dengan kedalaman yang sama. Pada
percobaan ini kita mengambil percobaan sebanyak 3 kali dengan kedalaman yang
berbeda-beda.
P = ρ g h
Keterangan
P = tekanan hidrostatis
ρ = massa jenis benda
g = kecepatan grafitasi
h = kedalaman benda dalam zat
cair
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil data penelitian diambil dengan menentukan variabel yang dibuat sama
yaitu volume zat cair awal, masa benda yang dicelupkan kedalam zat cair dan
kedalaman benda (h). volume zat cair yaitu sebesar 200 mL. dan kedalaman 1,4
x10-2 . Dengan memberikan perlakuan yang sama terhadap dua extrak batang
tembakau, dengan cara didiamkan selama 24 jam maka diperoleh data sebagai
berikut:
|
Hasil penelitian |
Ektrak Batang
Tembakau I (Air Murni) |
Ektrak Batang Tembakau II (Air Murni + Alkohol) |
|
Residu Air |
10 ml |
12ml |
|
Massa Jenis |
1050 kg /m3 |
1010 kg /m3 |
Tabel A.1 residu dan massa jenis
Tabel A.2 tekanan hidrostatis pada ekstrak batang tembakau
|
Kedalaman benda |
Ektrak batang
tembakau 1 |
Ektrak batang
tembakau 2 |
|
1,4 x10-2 m |
144,06 N/m2 |
138,572 N/m2 |
|
3 x10-2 m |
308,7 N/m2 |
296,94 N/m2 |
|
4,6 x10-2 m |
473,34 N/m2 |
455,308 N/m2 |
Residu Air
Menghitung
residu air pada saat penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada bahan
yang tertinggal setelah didiamkan selama 24 jam, antara ektrak batang tembakau
dengan air murni dan ektrak batang tembakau dengan air murni yang dicampur
dengan alkohol ( air 150 mL+alkohol 50 mL).
Berdasarkan
penelitian yang dilakukan residu air yang diperoleh dari kedua ekstrak batang
tembkau tidak memiliki perbedaan yang yang signifikan. Dari keadaan semula
ektrak batang tembakau 1 dan 2 sama-sama memiliki volume awal 200 mL
masing-masing memperoleh residu yaitu ekstrak batang tembakau 1 sebanyak 10ml,
dan ektark batang tembakau 2 sebanyak 12 ml.adanya residu diakibatkan kareana
adanya zat cair yang terserap kedalam batang tembakau. Residu pada ekstrak
batang tembakau 2 lebih banyak dikarenakan dalam ektrak tersebut mengandung
alkohol yang dapat mengikat senyawa air.
Massa Jenis dan Tekanan Hidrostatis
Menghitung
tekanan hidrostatis dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tekanan
hidrostatis pada ektrak batang tembkakau yang direndam dengan air murni dengan
yang diberi tambahan bahan berupa alkohol.
Untuk
mengetahui seberapa besar hidrostatis pada ektrak batang tembakau 1 dan 2
terlebih dahulu kita harus mengetahui besar massa jenis dari ektrak tersebut.
Setelah melakukan penelitian sesuai metode yang telah dituliskan ektrak batang
tembakau 1 memiliki massa jenis sebesar 1050 kg /m3 sedangkan ekstrak batang tembakau 2 memiliki
massa jenis 1010 kg /m3 . keduanya memiliki massa jenis yang berbeda
dikarenakan kandungan dalam zat cair tersebut berbeda.
Berdasarkan
penelitian, kedua ekstrak tersebut memiliki tekanan hidrostatis yang berbeda,
adanya bahan tambahan berupa alkohol pada ekstrak batang tembakau 2
mempengaruhi besarnya masa jenis dan tekanan hidrostatis pada ektrak tersebut.
Berdasarkan
penelitian juga diperoleh hasil bahwa semakin dalam keadaan benda, maka tekanan
hidrostatis nya semakin besar. Hal itu sesuai dengan teori yang ada bahwasannya
kedalaman suatu benda di dalam zat cair mempengaruhi besarnya tekanan
hidrostatis, sesuai dengan persamaan p =
.
Dari persamaan tersebut diketahui bahwa tekanan berbanding lurus dengan
kedalaman. Hasil tekanan hidrostatis pada ketinggian tertentu dapat dilihat
pada tabel A.2.
PENUTUP
Berdasarkan
penelitian yang dilakukan residu air yang diperoleh dari kedua ekstrak batang
tembkau tidak memiliki perbedaan yang yang signifikan. Dari keadaan semula
ektrak batang tembakau 1 dan 2 sama-sama memiliki volume awal 200 mL
masing-masing memperoleh residu yaitu ekstrak batang tembakau 1 sebanyak 10ml,
dan ektark batang tembakau 2 sebanyak 12 ml
ektrak
batang tembakau 1 memiliki massa jenis sebesar 1050 kg /m3 sedangkan ekstrak batang tembakau 2 memiliki
massa jenis 1010 kg /m3 . keduanya memiliki massa jenis yang berbeda
dikarenakan kandungan dalam zat cair tersebut berbeda.
kedua
ekstrak tersebut memiliki tekanan hidrostatis yang berbeda, adanya bahan
tambahan berupa alkohol pada ekstrak batang tembakau 2 mempengaruhi besarnya
masa jenis dan tekanan hidrostatis pada ektrak tersebut
.
KETERBATASAN HASIL PENELITIAN
Penelitian ini memiliki
keterbatasan yaitu hanya menggunakan bahan secukupnya saja dikarenakan
keterbatasan batang tembakau. Memiliki satu penelitian percobaan terhadap
kajian yang diteliti, jadi percobaan yang dilakukan adalah percobaan sederhana.
SARAN
1.
Pembahasan materi tekanan hisrostatis dalam fisika sebaiknya lebih
diperluas lagi, terutama mengenai penerapan ilmu fisika dalam percobaan
penelitian suatu objek, sehingga mahasiswa mempunyai pengetahuan yang lebih
luas mengenai materi yang berhubungan dengan fisika.
2.
Sebelum melakukan percobaan penelitian , terlebih dahulu harus memahami
fungsi kerja masing-masing alat dan bahan yg digunakan.
3.
Sebelum melakukan suatu penelitian, maka terlebih dahulu harus memahami
batas ketelitian dan fungsi bahan yang digunakan.
4.
Bagi insan peneliti selanjutnya diharapkan lebih mengembangkan
penelitiannya agar lebih banyak lagi kajian yg di teliti.
5.
Bagi insan peneliti selanjutnya, sebaiknya saat melakukan penelitian
tidak hanya mengambil dua percobaan melainkan bisa lebih dari itu. Karena
semakin banyak mengambil sample percobaan maka akan semakin baik.
6.
Untuk mahasiswa, sebelum melakukan pnelitian terhadap suatu objek yang
berhubungan dengan fisika, perlu diperhatikan bagaimana fungsi dan
manfaatpenelitian yang akan dikaji
DAFTAR PUSTA
Amalia, Rohimah. Tanpa Tahun, Penerapan Tekanan Dalam
Kehidupan Sehari-hari.
Giancoli. 2001. Fisika Edisi ke-5 Jilid 1. Jakarta :
Erlangga
https://www.google.com/gambar tekanan hidrostatis, 27-06-2019, jam 10.30
https://www.google.com/berat jenis suatu benda, 27-06-2019, jam 10.45
White, Frank M. 1994. Mekanika Fluida. Jakarta: PT.
Gelora Aksara Pratama
Komentar
Posting Komentar